Uji Coba Pendataan Keluarga (PK) 2020 di Kalimantan Barat

Dalam rangka pelaksanaan Pendataan Keluarga (PK) 2020 yang akan diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2020, Kalimantan Barat mendapat kesempatan melaksanakan uji coba Pendataan Keluarga yang berlangsung pada tanggal 11-12 November 2019 di Aula Kencana Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.

Pendataan Keluarga (PK) menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah dalam membuat basis data keluarga Indonesia bagi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia.

Output yang akan dicapai pada pelaksanaan PK nantinya akan menghasilkan data keluarga dan individu by name by address yang menjadi sasaran intervensi program yang dapat ditelusuri dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, sampai dengan tingkat RW/RT bahkan keluarga sebagai unit analisis terkecil.

Dua Kabupaten/Kota menjadi Objek uji coba yaitu Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang terfokus kepada Kampung KB di wilayah tersebut. Melalui kegiatan pengelolaan sistem informasi keluarga tentang uji coba pendataan keluarga 2020, kami ingin menghasilkan data konkret yang akan dijadikan peta keluarga dalam memudahkan kerja para penyuluh dan pelayanan KB agar tepat sasaran,” kata Widyaiswara Ahli Utama BKKBN Wendy Hartanto. Ia menjelaskan pendataan tersebut sudah lama dilakukan BKKBN dengan hasilnya sebagai data untuk bekerja dalam tugas institusi itu secara optimal.

Wendy menjelaskan “Di mana bila kita ingin bekerja dengan hasil maksimal maka data itu sangat diperlukan dalam bekerja, Berdasarkan data itu, kata dia, kemudian dibuat pemetaan sehingga para penyuluh dan pelayanan KB di lapangan bisa bekerja berdasarkan data yang dikumpulkan.

“Dengan peta pendataan keluarga itu, maka kami mengetahui keluarga yang sudah menggunakan KB atau tidak, termasuk jumlah anak balita, pasangan usia subur, jenis-jenis penggunaan alat kontrasepsi KB, dan lain-lain,” kata Wendy.

Sebelum uji coba di mulai, para kader dan supervisor mendapatkan arahan dan pengenalan formulir PK dari Tim Ditlaptik Pusat (Lina) untuk selanjutnya turun ke daerah Kampung KB di dua Kabupaten/Kota untuk melakukan pendataan. (bangfad)