Rakornis KB-Kes Terpadu Tahun 2015

No comment 814 views

Pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2015 di Aula Kencana Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan kegiatan Rakornis KB-Kes Terpadu Tahun Anggaran 2015. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BKKBN dan Kodam XII Tanjungpura, dan dihadiri oleh pengelola Program KB di Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Latbang BKKBN, Dr. Sanjoyo, M.Sc, menyatakan pentingnya kerjasama dengan jajaran TNI dalam mengelola Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Sanjoyo mengharapkan kerjasama yang dijalin oleh BKKBN dan TNI dapat meningkatkan capaian Program KKBPK.

Pada kesempatan yang sama, Mustar, selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Provinsi Kalimantan Barat saat ini, yaitu:
1. Grand Design Pengendalian Kuantitas Penduduk Kalimantan Barat belum mendapat
payung hukum.
2. Jumlah peserta KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kalimantan
Barat adalah yang terendah dari 33 provinsi.
3. Jumlah perkawinan usia remaja tinggi.
4. Kehamilan usia 15-19 tahun yang tertinggi.
5. Angka perceraian di Kalimantan Barat, menurut Kementerian Agama, terbilang tinggi.
6. Prevalensi HIV/AIDS menduduki ranking kelima se-Indonesia.
7. Prevalensi narkoba tinggi.
Mustar berharap TNI dapat membantu mengatasi ketujuh tantangan yang dihadapi tersebut.

Kaper BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menginformasikan bahwa berdasarkan pemetaan yang dilakukan, ada lima kabupaten/kota yang menjadi prioritas penggarapan Program KKBPK tahun 2015, yakni Sambas, Sanggau, Mempawah, Kubu Raya, dan Kota Singkawang. Dengan memprioritaskan kelima kabupaten/kota ini, diharapkan Kalimantan Barat dapat mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan capaian Program KKBPK di Kalimantan Barat. (ypi)