Penggunaan Kontrasepsi Cegah 272.000 Kematian Ibu di Seluruh Dunia

(Disadur dari artikel Contraceptive Use Averts 272.000 Maternal Deaths Worldwide, 9 Juli 2012)

Hasil studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menunjukkan bahwa penggunaan alat atau obat kontrasepsi (alokon) dapat mencegah 272.000 kematian ibu akibat proses kehamilan dan melahirkan di seluruh dunia setiap tahun. Para peneliti tersebut memperkirakan upaya meminimalisir unmet need terhadap alokon di seluruh dunia dapat menurunkan kematian ibu sebanyak 30 persen lagi. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam The Lancet pada tanggal 10 Juli 2012.

Kampanye penggunaan kontrasepsi merupakan strategi yang sangat efektif untuk mencegah kematian ibu di negara-negara berkembang. Ketua tim peneliti, Saifuddin Ahmed, menyatakan bahwa peningkatan akses terhadap alokon di negara berkembang dengan tingkat pemakaian kontrasepsi yang masih rendah mutlak dilakukan untuk mencegah kematian ibu akibat kehamilan dan kelahiran. Menurutnya, penggunaan alokon akan mencegah kematian ibu sebagaimana imunisasi dapat mencegah kematian bayi dan anak.

Penggunaan alokon yang efektif diperkirakan dapat mencegah hampir 230 juta kehamilan yang tidak diinginkan setiap tahunnya. Sekitar 358.000 ibu dan 3 juta bayi baru lahir di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat komplikasi yang berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran. Hampir sebagian besar kematian ini terjadi di negara berkembang dimana 10 hingga 15 persen kehamilan diakhiri dengan kematian ibu karena proses aborsi (pengguguran janin) yang tidak aman.

Para peneliti dari John Hopkins ini menggunakan pendekatan counterfactual modeling untuk menghitung angka kematian ibu (AKI) dan memperkirakan AKI yang bisa dicegah dengan pemakaian kontrasepsi di 172 negara. Data dasar yang digunakan untuk melakukan analisis ini diambil dari databasis WHO, data survei pemakaian kontrasepsi dan informasi mengenai kelahiran, angka kelahiran umum (general fertility rate) dan jumlah penduduk perempuan usia 15-49 tahun dari databasis the United Nations World Population Prospects tahun 2010.

Penelitian yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation ini menghasilkan data bahwa penggunaan alokon dapat mencegah 272.000 kematian ibu di seluruh dunia, atau setara dengan 38 kematian pada setiap 100.000 perempuan yang menggunakan alokon. Perkiraan ini setara dengan pengurangan kematian ibu sebanyak 44 persen di seluruh dunia. Penurunan kematian ibu untuk setiap negara, dari 172 negara yang diteliti, berkisar antara 7 hingga 61 persen. Lebih jauh, para peneliti ini memperkirakan bahwa tanpa penggunaan alokon, kematian ibu akan menjadi 1,8 kali lebih tinggi dalam periode penelitian.

Amy Tsui, peneliti senior dalam tim tersebut sekaligus direktur the Bloomberg School’s Bill and Melinda Gates Institute for Population and Reproductive Health, mengatakan bahwa kehamilan yang tidak diinginkan dan kebutuhan (terhadap alokon) yang tidak terpenuhi di banyak negara berkembang masih sangat tinggi. Hal ini menyebabkan kaum perempuan di negara-negara tersebut berulangkali menghadapi ancaman kematian akibat komplikasi yang berhubungan dengan proses kehamilan dan kelahiran. Padahal seharusnya kondisi ini dapat dihindarkan dengan dibukanya akses terhadap alokon yang efektif dalam mencegah kehamilan. Menurut Amy Tsui, penelitian ini mendemonstrasikan bagaimana penggunaan alokon menjadi suatu strategi yang penting dan efektif dalam menurunkan AKI, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah. (ypi)

Daftar Pustaka:

Contraceptives Prevented A Quarter of a Million Deaths Worldwide in 2008, The Lancet, 10 Juli 2012.

Ahmed S et al., Maternal deaths averted by contraceptive use: an analysis of 172 countries, Lancet, 2012, 380(9837):111–125