PENANDATANGANAN KONTRAK KAJIAN ANALISIS DAMPAK KEPENDUDUKAN

786 views

(Pontianak) Salah satu upaya mengantisipasi dan mengendalikan dampak dinamika kependudukan yang ada Indonesia umumnya dan Kalimantan Barat pada khususnya, yakni dengan melakukan analisis dampak kependudukan melalui penilaian hubungan timbal-balik dan mekanisme hubungan antara masalah kependudukan dengan berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai dasar perbaikan atau pengembangan kebijakan dan program pembangunan menuju keseimbangan antara penduduk, lingkungan, dan perkembangan sosial-budaya. Hal ini tentunya sangat selaras dengan amanat UU No 52 tahun 2009, dimana perkembangan kependudukan Indonesia merupakan upaya mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas dan persebaran penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan dalam rangka menunjang pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Beragam isu kependudukan terhadap pembangunan telah dicoba diangkat dalam berbagai kajian pada tahun-tahun sebelumnya dan pada tahun 2015 ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat berusaha melakukannya kembali.
Bekerjasama dengan para mahasiswa yang ada di Kalimantan Barat, hari kamis ini (16/4), perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menandatangani kontrak kerjasama penulisan kajian terkait analisis dampak kependudukan terhadap berbagai sektor kehidupan di Kalbar. Kegiatan yang berlangsung di ruangan kepala bidang Pengendalian Penduduk tersebut, dihadiri oleh lima mahasiswa dimana kajiannya telah lolos dan memenuhi syarat untuk diberikan bantuan penelitian. Kelima mahasiswa tersebut adalah Ayuning Aulia dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan judul kajian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkawinan Usia Muda (Studi Kasus Pada Remaja Putri Usia 10-19 Tahun) Di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Kajian kedua ditulis oleh Khairul Ambiya dengan judul Implikasi Tingginya Pertumbuhan Penduduk Terhadap Permasalahan Remaja Di Kota Pontianak (Studi Kasus Remaja Di Lapas Anak Kelas II B Pontianak). Peneliti ketiga yakni Sumiyati dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak dengan judul kajian Gambaran Pengelolaan Sampah Rusunawa Kota Pontianak Tahun 2015. Keempat, Ita Safitri dengan judul Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita Terhadap Indeks Pembangunan Gender Di Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat, dan peneliti kelima yang memperoleh bantuan penelitian adalah Mis’adah dari Fakultas Ekonomi, Universitas Tanjungpura Pontianak. Mis’adah akan mencoba untuk mengangkat Dampak Pertumbuhan Penduduk Terhadap Ketahanan Pangan (Beras) Di Kalimantan Barat.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat yang ikut menyaksikan penandatangan kontrak tersebut berpesan kepada seluruh penerima bantuan agar bisa memanfaatkan bantuan penelitian tersebut dengan sebaik-baiknya guna menunjang penelitian yang tengah mereka lakukan. Gugus juga menambahkan bahwa kelima proposal yang lolos tersebut pastinya sudah melalui proses seleksi sebelumnya yakni terkait dengan tema-tema penelitian yang dinilai masih up to date, bagaimana tema penelitian tersebut masih sesuai dengan program digarap oleh BKKBN serta dinilai pula kaitannya dengan implikasi penelitian dengan dunia kependudukan yang ada. Kabid Dalduk tersebut juga berharap bahwa hasil penelitian tersebut nantinya dapat dikembangkan di waktu-waktu yang akan datang serta dapat menjadi masukan bagi pengelola program Kependudukan dan Keluarga Berencana di Kabupaten/Kota (tan).