Parade Perahu Jukung warnai Harganas XXVI di Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarmasin – Sejumlah 34 perahu menyusuri sungai Martapura pada tanggal 3 Juli 2019, perahu yang dihiasi maskot dari masing-masing provinsi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Barat juga ikut ambil bagian, dengan didesain miniatur Tugu Khatulistiwa yang merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat.

Parade jukung ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Harganas XXVI yang dipusatkan di Banjar Baru Kalimantan Selatan, Kalimantan merupakan wilayah yang mempunyai banyak sungai, begitu juga dengan wilayah Kalimantan Barat, Perahu merupakan Alat transportasi yang sangat melegenda bagi masyarakat yang menetap disini.

Sejarah Jukung di Provinsi Kalimantan Selatan

Analisa C-14 di laboratorium PPGL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi dan Kelautan) Bandung, tipe jukung ini berumur absolut 1765-1825 Masehi, atau sekitar tengah abad ke-18 hingga awal abad ke-19 Masehi (Kom. pribadi dengan ibu Vida P.R.K., 8 Juli 2011). Diduga pada masa pemerintahan Sultan Tahmidullah atau Nata Alam (1761-1801) hingga Sultan Adam al Wasik Billah (1825-1857).

Dari sumber ini dapat diketahui bahwa Jukung Tambangan mulai berkembang pada masa pemerintahan Sultan Tahmidullah atau Nata Alam (1761-1801) hingga Sultan Adam al Wasik Billah (1825-1857). Artinya secara arkelogis dan historis jukung tambangan berusia sudah hampir 257 tahun. (nyawasungai.org)

Perhelatan Harganas di Provinsi Kalimantan Selatan ini selain menampilkan wisata kearifan lokal juga bertujuan mengkampanyekan program-program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga pada masyarakat di Kalimantan Selatan. (bangfad)