Method Mix

No comment 1293 views
Method Mix,5 / 5 ( 1votes )

Method MixMethod mix sering disebut mix kontrasepsi didefinisikan sebagai distribusi persentase pengguna kontrasepsi (akseptor) berdasarkan metode yang digunakan. Data yang dibutuhkan untuk menghitung mix kontrasepsi adalah jumlah akseptor setiap metode kontrasepsi. Sumber data adalah SDKI, pendataan keluarga, hasil pencatatan dan pelaporan (RR) di BKKBN.

Mix kontrasepsi menyajikan suatu profil penggunaan berbagai metode kontrasepsi. Mix kontrasepsi yang komprehensif (meliputi banyak metode kontrasepsi) mengindikasikan bahwa penduduk memiliki akses terhadap berbagai jenis metode kontrasepsi. Sebaliknya, mix kontrasepsi dapat menandakan: (1) bias provider (penyedia layanan atau penyedia kontrasepsi) dalam sistem, jika suatu metode sangat digemari dibandingkan metode lainnya; (2) minat pengguna (akseptor lebih menyukai suatu jenis kontrasepsi dibanding jenis yang lain); atau (3) keduanya.

Umumnya praktisi beranggapan bahwa Program KB harus merespon perubahan kebutuhan penduduk pada tahapan-tahapan yang berbeda dari siklus reproduksi, serta menawarkan metode yang tidak mempengaruhi kebutuhan kesuburan bagi pasangan yang ingin menjarangkan kehamilan dan metode permanen (atau Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, MKJP) bagi yang tidak menginginkan anak lagi. Jangan sampai ada Program KB yang tidak menawarkan MKJP atau terlalu menekankan pada pemakaian MKJP. Distribusi akseptor berdasar jenis kontrasepsi akan bervariasi sebagai akibat dari ketersediaan metode tertentu, harga alat kontrasepsi (alkon), minat penduduk setempat, dan faktor lainnya, sehingga sulit menggeneralisasikan (menyamaratakan, membuat pernyataan umum mengenai) mix kontrasepsi yang diinginkan.

Mix kontrasepsi sering berubah akibat pengenalan suatu metode baru di suatu negara, ketidaktersediaan alkon karena kehabisan persediaan, meningkatnya kebutuhan suatu alkon yang juga memberi perlindungan terhadap penyakit menular seksual seperti kondom, dan minat pengguna. Data mix kontrasepsi dapat mengisyaratkan perubahan-perubahan ini, namun tidak menyediakan wawasan atau pemahaman mengenai penyebab perubahan tersebut. Evaluator dapat menggunakan metode kualitatif untuk lebih memahami motivasi akseptor untuk berganti cara/metode kontrasepsi.

Data mix kontrasepsi yang diukur pada level program umumnya didasarkan pada akseptor, bukan pengguna saat ini, karena masalah dalam memonitor jumlah pengguna saat ini. Keduanya (akseptor dan pengguna saat ini) menghasilkan distribusi yang berbeda karena data merefleksikan akumulasi penggunaan metode dari tahun-tahun sebelumnya.

Sama halnya, akan ada kesenjangan antara mix kontrasepsi yang dihitung dari statistik program dan hasil survei, sekalipun dalam program yang memiliki data reliabel. Alasannya adalah bahwa statistik program merefleksikan aktivitas dalam tahun kalender yang didata, sementara hasil survei memasukkan pengguna MKJP yang memperoleh pelayanan MKJP di tahun-tahun sebelum survei dan tidak perlu kembali ke klinik penyedia layanan di tahun pengambilan data.

Mix kontrasepsi dapat menjadi indikasi kesetaraan gender dalam penggunaan alkon di suatu negara atau program. Secara global, vasektomi, meskipun kini lebih aman dan lebih murah, kurang tersedia dan kurang digunakan ketimbang Metode Operasi Wanita (MOW). Hampir sepertiga dari penggunaan kontrasepsi bergantung pada sterilisasi wanita, dan hanya tujuh persen yang menggunakan vasektomi. Di India, rasio akseptor MOW terhadap MOP adalah 35 banding 1. Hal ini menyiratkan bahwa program pengendalian kelahiran di India sangat bias gender. Kondom, sistem kalender, dan senggama terputus juga membutuhkan partisipasi dan tanggung jawab laki-laki. Sejarah Program KB menunjukkan rendahnya partisipasi pria dalam program, intervensi, dan diskusi. Salah satu tujuan Program KB adalah mendorong kesetaraan gender dalam penggunaan kontrasepsi dengan melibatkan pria dalam KB dan kesehatan reproduksi.

Lebih lanjut, berbagai kendala gender (seperti masalah domestik, tanggung jawab pengasuhan anak/lansia, peran gender maskulin yang menghambat perilaku meningkatkan derajat kesehatan) dan peluang-peluang di suatu daerah mempengaruhi kemampuan laki-laki dan perempuan untuk memperoleh akses terhadap metode kontrasepsi tertentu dan/atau akses terhadap ketersediaan kontrasepsi. (ypi)

(diterjemahkan dari laman http://www.cpc.unc.edu/measure/prh/rh_indicators/specific/fp/)