Kapasitas PLKB Harus ditingkatkan

No comment 970 views

tnPontianak (21/10/2015). Sebanyak 57 Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) dari 10 kabupaten/kota se- Kalimantan Barat saat ini mengikuti pelatihan teknis Pencatatan /Pelaporan dan Advokasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Pontianak. Dalam pelatihan yang diikuti PLKB dari Kabupaten Ketapang, Sintang, Melawi, Sanggau, Sekadau, Landak, Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara dan kota Pontianak ini di bagi dalam 2 kelas, yakni kelas untuk pelatihan teknis Pencatatan dan Pelaporan (R/R) yang dilaksanakan di aula dan kelas untuk pelatihan teknis advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) MKJP yang pelaksanaannya di aula asrama Bidang Latbang BKKBN provinsi Kalimantan Barat di Pontianak.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kabid Latbang Drs.Gun Djamani ketika membuka pelatihan tersebut kembali mengingatkan tugas pokok dan fungsi PLKB diantaranya memberikan penyuluhan tentang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), serta melakukan pembentukan serta pembinaan kelompok-kelompok Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). “Kendati kami menyadari jumlah petugas lapangan keluarga Berencana kini semakin berkurang sementara sosialisasi program KKBPK tetap harus dilaksanakan, namun PLKB tetap harus meningkatkan kapasitasnya dalam melaksanakan tugasnya”ungkap Gun Djamani. Berkaitan dengan hal itu, Drs.Gun Djamani berjanji untuk terus memberikan pelatihan dan pembinaan kepada PLKB, seperti yang saat ini diikuti oleh 57 orang PLKB ini.

Sementara terkait dengan akan dilakukannya survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, Drs.Gun Djamani minta agar PLKB semakin meningkatkan kinerjanya dalam mensosialisasikan program KKBPK. Pasalnya apabila tingkat pengetahuan masyarakat tentang KB dan capaian program KB rendah, akan menjadi dasar bagi Pemerintah untuk mengevaluasi kembali kinerja institusi pelaksana program KKBPK secara nasional. “Jangan sampai ada keluarga yang menjadi sampel SDKI kedapatan tidak mengetahui informasi mengenai KB, minimal pernah/tidaknya mendengar atau mengetahui informasi mengenai KB”harap Gun Djamani. Oleh karenanya pihaknya minta agar PLKB terus meningkatkan kapasitas dan jejaring kemitraannya, dengan harapan semakin meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB. (by Adi)