Capacity Building Tingkatkan Kemitraan BKKBN

No comment 1022 views

cb2(Mempawah) Minggu kemarin (1/11), Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas bersama mitra kerja di Taman Wisata Nusantara Mempawah. Kegiatan yang dilaksanakan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan mitra Koalisi Muda Kependudukan Kalimantan Barat dan Forum Mahasiswa Peduli Kependudukan atau Formalinduk Kalbar. Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Kalbar, Drs. Gugus Suprayitno, M.Si, kegiatan capacity building yang dilaksanakannya tersebut merupakan tindak lanjut dari pelantikan kepengurusan kedua mitra yang telah dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2015 kemarin. Selain itu, Gugus juga menambahkan bahwa lebih spesifik, kegiatan dimaksudkan guna menyambung silaturahi dan mempererat rasa kekeluargaan antara Formalinduk dan Koalisi Muda Kependudukan.

cbDefinisi dari para ahli yang dikutip dalam sebuah situs online mengatakan peningkatan kapasitas merupakan sebuah proses untuk meningkatkan kemampuan individu, kelompok, organisasi, komunitas atau masyarakat untuk menganalisa lingkungannya; mengidentifikasi masalah-masalah, kebutuhan-kebutuhan, isu-isu dan peluang-peluang; memformulasi strategi-strategi untuk mengatasi masalah-masalah, isu-isu dan kebutuhan-kebutuhan tersebut, dan memanfaatkan peluang yang relevan, merancang sebuah rencana aksi, serta mengumpulkan dan menggunakan secara efektif, dan atas dasar sumber daya yang berkesinambungan untuk mengimplementasikan, memonitor, dan mengevaluasi rencana aksi tersebut, serta memanfaatkan umpan balik sebagai pelajaran.

cb1
Dalam batasan yang lain, capacity building merupakan suatu proses untuk melakukan sesuatu, atau serangkaian gerakan, perubahan multi level di dalam individu, kelompok-kelompok, organisasi-organisasi dan sistem-sistem dalam rangka untuk memperkuat kemampuan penyesuaian individu dan organisasi sehingga dapat tanggap terhadap perubahan lingkungan yang ada.

Capacity building dapat dianggap sebagai upaya memperkuat kapasitas individu, kelompok atau organisasi yang dicerminkan melalui pengembangan kemampuan, ketrampilan, potensi dan bakat serta penguasaan kompetensi-kompetensi sehingga individu, kelompok atau organisasi dapat bertahan dan mampu mengatasi tantangan perubahan yang terjadi secara cepat dan tak terduga. Capacity building dapat pula dimaknai sebagai proses kreatif dalam membangun kapasitas yang belum nampak.

Apa yang menjadi definini dan tujuan dari capacity buiding tersebut diterjemahkan oleh fasilitator dari Widya Iswara BKKBN Kalbar yakni Drs. M. Luthfi, M.Kes, Dra. GMS. Primastuty, MM dan Drs. Pranowo Adi, M.Si dalam berbagai bentuk permainan dan kuis yang beragam. Pada sela-sela permainan tersebut, dilakukan juga debat untuk menggali argumentasi terhadap suatu permasalahan yang dilontarkan oleh moderator pada dua kelompok yang telah dibaur sebelumnya. Tema yang diangkat dalam debat kemarin memang tidak jauh dari permasalahan kependudukan yakni tema pengendalian kuantitas penduduk dan bonus demografi.

cb3Sebelumnya (sabtu-31/10), peserta diberikan pembekalan oleh Widya Iswara terkait isu kependudukan yang ada di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan barat pada khususnya. M. Luthfi, M.Kes, sebagai salah satu Widya Iswara di BKKBN Kalbar yang didaulat memberikan materi dinamika kependudukan mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bisa membantu dan berbagi dengan para remaja dengan berbagi pengetahuan perihal permasalahan kependudukan. Artinya dengan remaja mengetahui kondisi dan permasalahan kependudukan yang terjadi di wilayahnya, mereka bisa tahu, paham, dan mendalami yang pada akhirnya mereka bisa menentukan sikap serta tindakan mereka dalam permasalahan kependudukan. “Setidaknya wawasan mereka akan lebih luas terkait permasalahan kependudukan yang ada saat ini”, sebut Luthfi. Hal ini sangat penting diketahui generasi muda sebagai penerus pembangunan dan penentu keberhasilan bangsa kedepannya.

Sementara itu, M. Agus Hardiansyah salah satu peserta dari Formalinduk Kalbar mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan menyambut baik adanya kegiatan yang dilaksanakan BKKBN Kalbar. Agus sendiri berharap bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan secara kontinyu sehingga hubungan antar anggota khususnya formalinduk dan juga Koalisi Muda Kependudukan Kalbar dapat lebih terjalin lebih mesra. (tan)