Capacity Building Tentang Peningkatan Pemahaman Data-Data SDKI 2012

JAKARTA, 20-23 NOVEMBER 2013

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) merupakan salah satu sumber data kependudukan yang kaya yang banyak memberikan informasi tentang situasi kependudukan dan kesehatan. SDKI memuat informasi mengenai keluarga berencana; kelahiran; kematian bayi, anak, dan maternal; pelayanan kesehatan maternal sebelum, saat, dan sesudah kelahiran; pelayanan kesehatan bayi dan anak; kesehatan reproduksi remaja; dan HIV/AIDS.

SDKI merupakan survei yang dilaksanakan secara reguler sejak tahun 1987. SDKI 2012 merupakan survei yang ketujuh kalinya. Sebelumnya adalah SPI 1987, SDKI 1991, 1994, 1997, 2002-03, dan 2007. Data informasi yang termuat dalam hasil SDKI bisa dianalisis secara mendalam, bahkan bisa disandingkan dengan data informasi dari hasil telaahan yang sama yang dilakukan di banyak negara.

Data informasi yang tersedia dari hasil SDKI diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh semua pihak, terutama oleh BKKBN yang memiliki fungsi tugas terkait dengan pelaksanaan Program Pembangunan Kependudukan dan KB. Sekaitan dengan hal tersebut, hasil SDKI perlu didiseminasikan secara luas hingga bisa memberi manfaat yang maksimal bagi pengembangan Kebijakan dan Program Pembangunan Kependudukan dan KB.

Disisi lain, SDKI merupakan suatu bentuk telaah program yang didasarkan pada metodologi penelitian yang relatif sempurna, dimana pengetahuan dan latar belakang dasar dilaksanakannya SDKI juga perlu diketahui dengan baik oleh pihak yang akan memanfaatkannya. Untuk kepentingan diseminasi dan pengetahuan tentang SDKI, maka dilakukan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di BKKBN dalam hal pemanfaatan hasil SDKI.

Besar harapan bahwa dengan pengetahuan dan kemampuan memanfaatkan hasil SDKI, SDM di lingkup BKKBN bisa memberikan dukungan yang lebih luas dalam upaya meningkatkan kualitas pengembangan Kebijakan dan Program Pembangunan Kependudukan dan KB dimasa mendatang.

Sasaran kegiatan ini adalah Pejabat Eselon III, IV, dan staf di lingkungan Kedeputian Pengendalian Penduduk serta kedeputian bidang lainnya dan peserta daerah secara terpilih dari 15 provinsi. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran dan mempertimbangkan potensi staf yang ada.

Capacity building ini dilaksanakan pada hari Rabu-Sabtu, 20-23 November 2013 di Hotel Kaisar, Ruang Imperium, Lantai Dasar, Kalibata, Jakarta Selatan. Pelaksana kegiatan adalah Direktorat Perencanaan Pengendalian Penduduk (DITRENDUK) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan (PUSDU) BKKBN Pusat.

Acara pembukaan pada hari Rabu, 20 November 2013 dimulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB di Ruang Imperium, Lantai Dasar Hotel Kaisar. Acara dibuka oleh Direktur DITRENDUK (Drs. Satrijo Pramono Hindarto, M.Sc). Dilanjutkan materi Penjelasan SDKI 2012: Hasil dan Temuan Utama oleh Dra. Flourisa Juliaan, Apt, MKM.

Dalam kesempatan ini diuraikan beberapa temuan utama SDKI 2012 sebagai berikut:

• TFR dalam 10 tahun stagnan.

• Persentae wanita usia remaja 15-19 tahun yang hamil dan pernah melahirkan meningkat.

• Median umur kawin pertama pada perempuan meningkat.

• CPR dalam 5 tahun hanya meningkat 0,5%.

• Pemakaian MKJP mengalami penurunan.

• Unmet need sedikit menurun tapi masih jauh dari target yang diharapkan.

• Pemanfaatan sumber pelayanan swasta meningkat.

• Jumlah ibu hamil yang memperoleh pelayanan ANC sejumlah 96% tapi yang melahirkan dibantu tenaga profesional hanya 83%.

• Hanya 6 dari 10 balita yang mendapatkan imunisasi lengkap tanpa hepatitis B.

• Berat bayi lahir rendah (BBLR) banyak terjadi pada wanita yang melahirkan usia kurang dari 20 tahun, di daerah pedesaan, dengan tingkat pendidikan rendah.

Materi Pengelolaan dan Struktur Data SDKI 2012 dan materi Pengolahan dan Penyajian Data oleh Bayu Mugia Raharja (PUSDU) pada hari Kamis, 21 November 2013:

• Output kegiatan ini adalah peserta diminta memberikan sumbangsih tulisan mengenai analisis lanjut SDKI 2012.

• Pihak BPS mengklaim bahwa SDKI 2007 sudah mencakup seluruh WUS kawin maupun tidak, sehingga bisa dibandingkan antara hasil SDKI 2007 dan 2012. Tapi hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa tulisan Terry Hull mengenai TFR adjusted hasil SDKI 2002-03 dan 2007 tidak langsung dikonter oleh BPS saat itu juga, mengapa klaim ini baru diajukan saat ini.

• Ujicoba SDKI 2012 dilakukan di 2 provinsi: Riau dan NTT pada tahun 2011. Kedua provinsi itu dianggap mewakili kultur yang sangat berbeda. Riau dianggap sangat ketat dan tidak permisif terhadap hal-hal yang dianggap tabu.

• SDKI 2012 terdiri dari 4 modul: RT (rumah tangga), WUS (wanita usia subur meliputi semua responden wanita usia 15-49 tahun, kawin maupun tidak, termasuk remaja putri), PK (pria kawin usia 15-54 tahun), dan RP (remaja pria belum kawin usia 15-24 tahun).

• SDKI tidak representatif untuk kabupaten/kota karena tidak semua kabupaten/kota masuk kedalam blok sensus yang diambil sebagai sampel.

• SUPAS dan SAKERNAS hanya dilakukan satu kali entry data sehingga masih memungkinkan ada kesalahan entry. Sementara SDKI 2012 dilakukan double entry untuk meminimalisir kesalahan input data.

• SDKI tidak menanyakan pengeluaran maupun penghasilan, hanya menanyakan kepemilikan, untuk mengukur kekayaan (wealth index).

• Pertanyaan kepada WUS menggunakan data kalender. Data kalender artinya merekam kejadian dalam kehidupan responden sejak Januari 2007 yang mencakup kelahiran, kehamilan, penggunaan kontrasepsi, status perkawinan, dsb. Data langsung diisikan dalam kalender.

• Data kalender tidak memungkinkan pencatatan dua metode kontrasepsi dalam satu kolom, misalnya dalam pengolahan data responden yang menggunakan pil dan melakukan pantang berkala, data diisi tidak menggunakan kontrasepsi apa-apa, karena kedua metode itu (metode modern diselingi metode tradisional) dianggap kontra-produktif yang saling menggugurkan.

• Untuk menghindari bias dalam pengambilan data kalender, biasanya cell untuk bulan dalam kalender setelah survei, selnya dikosongkan meskipun responden mengaku menggunakan kontrasepsi, misalnya IUD. Hal ini dikarenakan SDKI 2012 dilaksanakan bulan Juli, maka bulan Agustus-Desember 2012 dikosongkan.

• Pertanyaan untuk TWFR adalah “Bila ibu bisa mengulang ke masa sebelum memiliki anak, ibu menginginkan punya anak berapa?”, sedangkan pertanyaan untuk jumlah anak ideal adalah “Menurut ibu, berapa jumlah anak ideal yang seharusnya dimiliki suatu pasangan?”.

Acara selanjutnya materi Penulisan Artikel Kesehatan Ibu dan Anak: SDKI 2012 oleh Ibu Julianti (narasumber dari Balitbangkes, Kemenkes).

Pada hari Jumat, 22 November 2013 disampaikan beberapa materi sebagai berikut:

• Materi SDKI 2012 Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Sudibyo Alimoeso.

• Materi Strategi Diseminasi Hasil SDKI 2012 oleh Rina Herartri (PUSDU).