BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020

BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020
BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat menggelar Nobar melalui streaming di ruang video Conference Kantor BKKBN Kalbar yang dihadiri oleh Ess II dan Ess III di Lingkungan BKKBN Kalimantan Barat.

Upacara didahului pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, lalu Ketua DPR Puan Maharani yang membacakan teks UUD 1945. Kemudian dilanjutkan amanat Presiden Joko Widodo, sambutan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta pembacaan doa. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini digelar dalam durasi kurang dari 30 menit.

Presiden Joko Widodo mengajak seluruh penyelenggara negara untuk berpihak kepada masyarakat yang mengalami kesulitan. Kepala Negara juga meminta penyelenggara negara untuk melayani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Hal itu diungkapkan oleh Jokowi dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual, Senin (1/6/2020). “Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah, untuk terus meneguhkan keberpihakan kita kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ungkap Jokowi.

Selain itu, ia juga meminta para penyelenggara negara agar melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan. Jokowi sekaligus mengingatkan kewajiban negara untuk melindungi seluruh rakyatnya. “Untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Jokowi menuturkan, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dalam kebijakan dan keputusan yang diambil oleh pemerintah. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar secara virtual. Para pejabat negara hadir dari tempat berbeda.

Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila

Pada 1 Juni 1945 Sukarno berpidato tentang dasar negara yang dinamainya Pancasila. Tanggal 1 Juni kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Namun, ada yang menggugat dengan alasan Soepomo dan Mohammad Yamin juga menyampaikan gagasan tentang dasar negara. Ada juga yang memilih tanggal 18 Agustus sebagai Hari Lahir Pancasila yaitu ketika UUD 1945 ditetapkan pada 18 Agustus 1945. Perdebatan ini akan selalu mengemuka setiap peringatan Hari Lahir Pancasila.

Bagaimana awal mula Hari Lahir Pancasila diperingati?

Sebagai penggali Pancasila, Sukarno berusaha agar falsafah negara tersebut diketahui luas oleh masyarakat.

Menurut Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi Resimen Tjakrabirawa yang mengawal Sukarno dan keluarganya, Sukarno membicarakan Pancasila di mana-mana, di seluruh Indonesia.

“Saya yakin, rakyat Indonesia lebih mengerti tentang lahirnya Pancasila ini karena rakyat jelata mendengar sendiri keterangan itu langsung dari mulut Bung Karno sebagai penggali kelima mutiara tersebut,” kata Mangil dalam Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967.

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *