BKKBN Kalbar berikan Bantuan APD ke Ikatan Bidan Indonesia Kalimantan Barat

bantuan APD BKKBN Kalbar ke IBI KALBAR
bantuan APD BKKBN Kalbar ke IBI KALBAR

Pontianak, BKKBN KALBAR – Penanggung Jawab Tim Gugus Kerja Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang merupakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton didampingi Wakil ketua Pelaksana Umum Tim Gugus Kerja, Hadirin, SH menyerahkan Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) Kepada IBI Cabang Kalimantan Barat yang diterima Sekretaris IBI Cabang Kalbar, Bidan Mariyani di Sekretariat IBI Kalimantan Barat, Pontianak Rabu 22 April 2020.

Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ini berupa Handscoom (sarung tangan) 1500 pasang dan Masker 1500 buah diperuntukkan bagi Tenaga Medis (Bidan) di Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memberikan pelayanan KB kepada masyarakat dalam kondisi Pandemi Covid-19 sekarang ini.

Alat Pelindung Diri (APD) nantinya akan disalurkan IBI Cabang Kalbar ke Anggota IBI yang ada di Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat

“Penyerahan bantuan kami lakukan di Sekretariat IBI Kalbar di Pontianak, dan langsung diterima oleh Sekretaris IBI Cabang Kalbar, didan Mariyani ,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Tenny Calvenny Soriton, di Pontianak, Rabu.

Adapun bantuan tersebut, berupa dua jenis APD yaitu berupa sarung tangan (handscoom) sebanyak 1.500 pasang dan masker 1.500 buah.

“Bantuan APD ini kami peruntukkan bagi tenaga medis seperti bidan yang ada di Kalbar,” katanya.

Ia berharap dengan bantuan APD itu pelayanan, khususnya KB dapat terus dilaksanakan.

Saat ini, kata dia, APD tersebut sangat dibutuhkan dalam rangka pelayanan program Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga berencana (Bangga Kencana) kepada masyarakat Kalbar dalam kondisi pandemi COVID-19 ini.

Ia menyebutkan, meski dalam kondisi pandemi virus corona, namun pelayanan KB diminta agar tetap berjalan. Untuk itu, bantuan ADP ini nantinya akan disalurkan oleh IBI Cabang Kalbar ke anggota IBI yang ada di kabupaten/kota se-Kalbar.

“Kami tetap berharap, pelayanan KB agar tetap bisa berjalan. Namun kami juga tetap memperhatikan standar operasional prosedur
(SOP) COVID-19 dan jarak fisik (physical distancing), yang penting dilakukan untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona,” demikian Tenny Calvenny Soriton. (sumber:humas)

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *