Akurasi Data dan Pelaporan Kepersertaan KB Mutlak Diperlukan

IKLAN-PK-2015Pontianak (28/10/2015) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menegaskan akurasi data dan pelaporan kepesertaan KB mutak diperlukan. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Kalimantan Barat dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Kabid Latbang Drs.Gun Djamani ketika membuka Pelatihan Teknis Pencatatan Pelaporan dan Advokasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bagi PKB/PLKB/Koordinator Lapangan PLKB kabupaten / kota se Kalimantan Barat yang berlangsung dalam pekan ini. “Data kepesertaan KB yang antara lain berisi data PLKB, PUS, PPKB, BKB,BKR,BKL dan UPPKS ini harus akurat’ Tegas Kepala Perwakilan BKKBN melalui Kabid Latbang. Menurutnya data yang akurat dan tepat waktu akan sangat berguna bagi upaya pembinaan keberlangsungan program KB, upaya peningkatan kesejahteraan penduduk, serta dapat digunakan sebagai acuan untuk penentuan kebijakan pembangunan lainnya oleh berbagai pihak. Oleh sebab itu pihaknya minta agar peserta pelatihan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dengan serius, agar hasil dari pelatihan ini dapat diterapkan di lapangan.

Sementara itu terkait dengan masih adanya wilayah-wilayah yang belum memperoleh jangkauan pelayanan maupun informasi tentang program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Kapala Perwakilan BKKBN Kalbar minta agar kemampuan PLKB terus ditingkatkan. Salah satu strateginya adalah dengan meningkatkan kemampuan PLKB dalam mengadvokasi dan melakukan KIE pogram KKBPK. Oleh karenanya dalam pelatihan advokasi KIE MKJP ini PLKB diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dirinya dalam menyampaikan isi pesan KIE kepada masyarakat maupun dalam mengadvokasi stake holder dengan harapan dapat membantu mensosialisasikan program KKBPK.

Dalam pelatihan yang dibagi dalam dua kelas ini masing-masing pelatihan Pencatatan dan Pelaporan diikuti 33 orang PLKB dan Advokasi KIE MKJP yang diikuti 35 PLKB yang berasal dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. (adi)