Akses Terhadap Kelambu Anti Serangga

1396 views

Oleh: Yulaecha Padma Ichwanny

Akses terhadap kelambu anti serangga, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Insecticide Treated Net (ITN) access, adalah perhitungan proporsi penduduk yang dapat dilindungi oleh kelambu yang ada, dengan asumsi bahwa setiap satu kelambu dalam suatu rumah tangga digunakan oleh dua orang di rumah tangga tersebut.

Ada empat hal yang harus diketahui mengenai ITN access. Pertama, ITN access mengukur kepemilikan kelambu, bukan penggunaan kelambu (ITN use). Kedua, setiap kelambu dipergunakan oleh dua orang. Ketiga, ITN access diukur pada tingkat penduduk atau populasi, dan tidak diukur pada tingkat individual. Dengan demikian ITN access diukur pada populasi secara de facto. Pengukuran secara de facto berarti menghitung semua orang yang bermalam atau tinggal di rumah tangga yang disurvei pada malam sebelum survei berlangsung. Keempat, analisis ITN access tidak dapat dilakukan pada level individual atau perorangan. Artinya analisis perbedaan ITN access berdasar umur dan jenis kelamin tidak mungkin dilakukan.

Apa manfaat perhitungan ITN access ini? Setidaknya ada dua manfaat perhitungan ITN access, yakni pencegahan penyakit malaria dan membantu pengambilan keputusan berdasar bukti. Sebagaimana kita ketahui bersama, penduduk di negara berkembang seperti Asia dan Afrika rentan terhadap serangan malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penggunaan kelambu saat tidur dapat mencegah penularan malaria melalui gigitan nyamuk. Tidak hanya malaria, demam berdarah merupakan penyakut epidemik yang juga ditularkan melalui gigitan nyamuk, dalam hal ini nyamuk Aedes aegypti, dan dapat dicegah dengan menggunakan kelambu.

Terkait proses penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan, ITN access disandingkan dengan data ITN use. Dengan kata lain, data akses atau kepemilikan kelambu dibandingkan dengan data penggunaan kelambu oleh masyarakat. Apabila diperoleh hasil bahwa masyarakat di suatu daerah memiliki akses yang tinggi terhadap kelambu namun penggunaan kelambunya rendah, maka kebijakan yang harus diambil bukan lagi membagikan kelambu kepada setiap rumah tangga sebagaimana yang dilakukan di negara-negara di Afrika seperti Rwanda. Kebijakan yang paling tepat dalam hal ini adalah pencanangan program perubahan perilaku untuk mendorong penggunaan kelambu.

Adapun cara menghitung ITN access adalah dengan membagi jumlah pengguna kelambu potensial dengan jumlah anggota keluarga secara de facto. Sementara jumlah pengguna kelambu potensial diperoleh dengan menghitung jumlah kelambu yang ada dikali dua.

ITN access tidak akan melebihi satu atau seratus persen. ITN access lazim diekspresikan dalam persentase. Misalnya diperoleh data ITN access sebesar 66%, maka data itu dibaca: sebanyak 66 persen penduduk Indonesia dapat tidur menggunakan kelambu, apabila setiap kelambu dalam rumah tangga digunakan oleh dua orang. Atau 2 dari 3 orang di Indonesia memiliki akses terhadap sebuah kelambu.

Tags: