Depan > Index Berita > Kaper Temui Tumenggung Dayak
Kaper Temui Tumenggung Dayak
Sabtu, 10 Desember 2016
 

IMG-20161210-WA0005.jpg

ket: Kaper BKKBN Kalbar (kiri) bersama Tumenggung Ingko' Tambe 


KAPUAS HULU- Kunjungan Kaper BKKBN Kalbar, Kusmana dilakukan disaat hujan membasahi bumi uncak kapuas di pedalaman Utara Kalbar. Kaper yang didampingi Kabid Adpin dan Bidan Rawasiyah melihat rumah panjang yang telah berada semenjak tahun 1986 ini untuk melihat apakah warga rumah betang bernama Ingko Tambe di Desa Ingko Tambe Kecamatan Putussibau Hulu Kabupaten Kapuas Hulu dengan 36 KK ini sudah memahami alat kontrasepsi serta program KB secara keseluruhan.

Warga sangat antusias dengan kunjungan Kaper ini meski lampu padam. Dengan hanya menggunakan penerangan seadanya masyarakat menyambut hangat rombongan BKKBN. Tumenggung Ingko' Tambe, Johanes Ghansa mengaku jika masyarakat terutama mereka yang tinggal di rumah betang  sudah sangat memahami program KB terutama untuk pemasangan implant. "Warga sudah paham arti penting alat kontrasepsi, dan petugas KB juga sering mengunjungi kami disini," ungkapnya, Jumat (9/12/2016) malam.

Kades mengakui dengan adanya 227KK dan 798 jiwa didesanya, dirasa cukup memahami arti penting program KB agar memajukan kualitas hidup masyarakat Ingko' Tambe. "Program KB disini agar mereka merencanakan keturunan dan merencanakan kehidupan yang lebih baik," katanya. Kesadaran sendiri, dikatakan Tumenggung Johanes telah dilakukan masyarakat salah satunya jika menikah muda maka akan membahayakan nyawa saat melahirkan. "Masyarakat sudah sadar akan bahaya melahirkan jika belum cukup umur makanya semakin tahun kami semakin banyak menggunakan alat kontrasepsi," tuturnya. 

IMG-20161210-WA0006.jpg 

Ket: Kaper BKKBN Kalbar memberikan kaos kepada Tumenggung Ingko' Tambe
 
 

Kaper BKKBN, Kusmana mengakui dengan adanya kunjungan ini maka BKKBN akan mengetahui terkait pola masyarakat sebagai dasar pengambilan keputusan tim dalam program BKKBN kedepan. "Dengan kunjungan seperti ini maka BKKBN dapat mengetahui pola masyarakat ditiap kawasan," kata Kusmana. Petugas PLKB di Desa Ingko' Tambe, Balang mengakui masyarakat semakin tahun semakin sadar akan manfaat kontrasepsi termasuk program KB lainnya. "Disini rata-rata menggunakan suntik tetapi mereka sudah paham program KB," jelasnya. Sementara Bidan Rawasiyah yang langsung mendapatkan pasien untuk memasang implan mengaku sangat puas. "Meski dua pasien tapi senang karena mereka paham dan mau menggunakan inplan, saya yakin kedepan akan banyak yang mau menggunakan kontrasepsi selain suntik," pungkasnya. (*)